*
Lewati ke isi utama

Gagal Tembus Bundaran HI, Ternyata Ini Alasan Polisi Cegat Demo Mahasiswa di Dukuh Atas

Tegakkan Aturan Ruang Publik dan Cegah Kemacetan Horor
Gagal Tembus Bundaran HI, Ternyata Ini Alasan Polisi Cegat Demo Mahasiswa di Dukuh Atas

Ketegangan sempat mewarnai kawasan Sudirman ketika aparat kepolisian memutuskan untuk menghadang laju ratusan mahasiswa di titik Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Massa yang melandasi pergerakannya dengan berbagai tuntutan tersebut dihadang saat hendak melakukan aksi long march menuju pusat episentrum ibu kota, yakni Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Langkah diskresi kepolisian ini diambil melalui pengamanan berlapis dengan menyiagakan personel gabungan di sepanjang jalur protokol. Ketegasan petugas di lapangan sempat memicu perdebatan sengit dengan koordinator lapangan (korlap) aksi yang bersikeras ingin menembus barikade.

Tegakkan Aturan Ruang Publik dan Cegah Kemacetan Horor

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan penjelasan resmi mengenai dinamika pengamanan yang terjadi di jantung kota tersebut. Menurutnya, tindakan penghadangan ini terpaksa dilakukan demi keselamatan bersama dan menjaga stabilitas arus lalu lintas di kawasan ring satu Jakarta.

"Kami tidak melarang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi di muka umum, namun ada aturan hukum dan kepentingan pengguna jalan lain yang harus sama-sama kita hormati," ujar Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi di markas Polda Metro Jaya.

Beliau menambahkan bahwa Bundaran HI merupakan urat nadi transportasi Jakarta yang sangat sensitif terhadap konsentrasi massa berskala besar. Jika demonstrasi dibiarkan tumpah ke titik tersebut, maka efek domino kemacetan dipastikan akan mengunci kawasan Sudirman, Thamrin, hingga Merdeka Barat.

Lindungi Hub Transportasi Masif di Dukuh Atas

Kombes Budi Hermanto juga menekankan bahwa kawasan Dukuh Atas saat ini merupakan transit-oriented development (TOD) yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi publik super sibuk. Mulai dari stasiun KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, hingga halte TransJakarta bertumpu di kawasan tersebut.

Petugas kepolisian memiliki tanggung jawab besar untuk menjamin keamanan ratusan ribu kaum komuter yang bermobilisasi di hulu transportasi itu setiap harinya. Kehadiran massa dalam jumlah besar yang memblokir jalan dikhawatirkan dapat melumpuhkan akses masyarakat yang ingin pulang maupun pergi bekerja.

Ajakan Menyampaikan Aspirasi Secara Tertib di Lokasi yang Tepat

Pihak Polda Metro Jaya berharap para mahasiswa dapat bersikap kooperatif dan mematuhi koridor undang-undang yang berlaku mengenai penyampaian pendapat. Kepolisian sendiri telah menyiapkan plot lokasi alternatif yang dinilai lebih aman dan tidak mengganggu ketertiban umum bagi para demonstran.

"Kami mengimbau adik-adik mahasiswa agar melakukan unjuk rasa di tempat yang telah ditentukan, agar substansi aspirasi tetap tersampaikan tanpa harus mengorbankan kepentingan publik yang lebih luas," pungkas Kombes Budi Hermanto.

Pendekatan persuasif dan dialog humanis dipastikan akan terus dikedepankan oleh aparat penegak hukum selama mengawal jalannya aksi. Langkah antisipatif ini juga diterapkan secara ketat guna menyaring potensi adanya oknum provokator luar yang sengaja menunggangi gerakan mahasiswa demi memicu kericuhan.

Rekomendasi Untuk Anda

Populer di Mashable