Teh telang, minuman berwarna biru cerahnya ini, memiliki sejarah panjang dan kaya yang terbentang di berbagai negara Asia Tenggara. Berikut beberapa poin pentingnya:
Asal Usul:
Dipercaya berasal dari Asia Tenggara, dengan bukti tertua menunjukkan penggunaannya di Thailand sejak abad ke-12.
Disebut “telang” dalam bahasa Indonesia, nama lainnya termasuk “butterfly pea” dan “Clitoria ternatea” dalam bahasa ilmiah.
Penggunaan Tradisional:
Telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan penglihatan, memori, dan kesehatan jantung.
Digunakan dalam upacara adat dan ritual, seringkali sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.
Persebaran ke Dunia:
Seiring waktu, teh telang mulai dikenal di luar Asia Tenggara, dibawa oleh para pedagang dan penjelajah.
Popularitasnya meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir, didorong oleh tren minuman sehat dan alami.
Saat ini, teh telang dapat ditemukan di kafe, restoran, dan toko kesehatan di seluruh dunia.
Fakta Menarik:
Warna biru teh telang berasal dari antosianin, pigmen alami yang juga terdapat pada buah beri dan anggur merah.
Teh telang dapat diubah menjadi berbagai warna, seperti merah muda, ungu, dan hijau, dengan menambahkan jus lemon atau bahan lainnya.
Bunga telang juga dapat dimakan segar, ditambahkan ke salad atau hidangan lainnya.