The Wayback Machine - https://web.archive.org/web/20210213054554/https://electrohide.blogspot.com/search/label/Earthquake
Showing posts with label Earthquake. Show all posts
Showing posts with label Earthquake. Show all posts

Wednesday, March 16, 2011

Oh Jepang…

Gak perlu diulang lagi… Oke deh ngulang dikit untuk kamu kamu yang kuper. Sebuha gempa besar terjadi di samudera pasifik sebelah timur Jepang. Gempa berskala 8.8SR itu menimbulkan tsunami yang menghancurkan beberapa perfektur di bagian timur Jepang. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi dan Daiini, menghadapi kemungkinan meleleh, menghilangkan akses listrik ke lebih dari 4 juta gedung dan rumah tangga.

Sekarang, semuanya merasa sedih, semua ingin tahu apa yang terjadi. Are we that related to japan? Kenapa kita merasa sangat terelasi secara psikologis dengan Jepang? Gw tidak punya sahabat, kawan atau keluarga di jepang. Seenggaknya yang hubungannya direct ya.

Monday, February 15, 2010

Kawah Yang Meledak, Bagian 2

Kemarin kita sudah nikmati bagian pertama dari Kawah kawah yang meledak. Kini sesuai janji, gw punya dua kaldera lagi yang tentu saja semakin menarik buat disimak.

Pergi ke sebelah barat tentu gw bakalan inget sama yang namanya (mantan) gunung Krakatau. Gunung yang terkenal di seluruh dunia ini meletus beberapa kali. Kenapa terkenal? Mungkin karena waktu itu sudah banyak catatan catatan tentang aktivitas perdagangan ekonomi. Indonesia, tepatnya Banten waktu itu sedang dijajah oleh Belanda.

Kejadian meledaknya (bukan meletus lagi) gunung Krakatau menimbulkan tsunami yang menghancurkan pesisir Anyer dan pesisir Lampung saat itu. Beberapa residen atau apa ya… mungkin kalau disebutnya sekarang bupati, kepala ekonomi setempat merekam kejadian kejadian itu dalam tulisannya.

Sunday, February 14, 2010

Kawah Yang Meledak, Bagian 1

Aku geek kalo soal cuaca. Gini deh, tadi lifehacker menulis soal ramalan cuaca yang bisa dinikmati secara fullscreen. Jadilah gw kemudian iseng nyobain. Kalau kamu mau nyobain, silahkan klik disini.

Ramalan cuaca memang kurang dihargai di Indonesia. Tapi cuek aja lah, yang penting gw tau kenapa hari ni bisa hujan, dan hujannya gede banget. Tanpa harus nunggu ramalan dari BMG yang hanya diedarin sekali sehari. Kadang kalo lagi males kan dua hari sekali. :p

Data dari Full Screen Weather diambil dari Weather Underground, yang dari dulu memang mensupplai kebutuhan cuaca gw sebelum di-take over oleh weather.com. Mapsnya diambil dari Google Maps. Rekomendasi mereka sih menggunakan peta Terrain aja ya, jangan peta hybrid apalagi peta satelit. Kenapa? karena peta satelit mengandung awan awan yang kalau tentu saja diatukan dengan ramalan cuaca ini jadi nggak gitu enak dilihat.

Friday, October 16, 2009

Gempa Jilid… Sekian…

Serasa di Jepang gitu deh…

Kayaknya masyarakat Indonesia sudah harus menjadi terbiasa dengan yang namanya gempa bumi, nggak harus nyangkutin lagi dengan hal hal mistis, dan harus dibekali pendidikan kalau yang namanya gempa “hanyalah” bersumber dari 3 hal, pergerakan lempeng tektonis bumi, aliran magma bumi, dan… buatan.

Gempa Ujung Kulon

Seperti “biasa” juga, gempa baru saja melanda Indonesia setelah beberapa hari yang lalu ada gempa di Padang, beberapa minggu yang lalu juga ada gempa di Tasikmalaya. USGS mencatat, ada 47 gempa yang tercatat di wilayah Australasia baru baru ini. Jumlah yang gw quote tentu saja akan berbeda karena PHP yang gw link adalah PHP realtime.

Yang menarik bagi gw adalah “pengamanan” dan kesiapan kita ketika akan terjadi gempa. ada berita yang terpampang di detik, kalau anggota DPR yang baru aja dilantik itu, mau nonjok pegawai sana karena pintu darurat yang terkunci.

Gw merasa ini adalah hal yang sangat wajar dan dapat dimaafkan. Kenapa? Karena ketika gempa, yang gw sering bilang adalah satu satunya ‘bencana alam’ yang terjadi di Indonesia, semua diwajibkan menjadi manusia. Tidak ada lagi title melekat, tidak ada lagi agama melekat, tidak usah merasa aku lebih kuat, dan tidak usah pengen mati juga. Ketika terjadi gempa, diharapkan semua orang menyelamatkan diri, dengan tenang (ini yang susah kalo gempanya gede).

Tapi, bagaimana kalo sarana untuk menyelamatkan diri itu terkunci? Wajarlah para anggota DPR itu marah. Gw juga kalo ada disana bakal ngamuk abis abisan kale. Intinya, lu mau coba bunuh gw yah?

Saya enggak mengerti dengan beberapa gedung di Indonesia yang secara parno mengunci tangga darurat, pintu darurat, dan tidak punya mekanisme untuk membukanya secara otomatis.  Ya saya juga mengerti kalau “demi keamanan” tangga darurat suka dikunci. Well, gw juga pernah melakukan hal hal yang “menegangkan” sih di tangga darurat. Tapi, kalau tidak ada sistem otomatis yang bisa membuka kunci itu? Jangankan ada gempa, lebih lagi gimana kalo kebakaran, saat semua jalan keluar terbatas, dan kemudian si “pemegang kunci” tadi udah kabur duluan kebawah?

Lift dan eskalator tidak dianjurkan untuk digunakan ketika ada gempa bumi. Jadi dimohon kesadarannya kepada para pemilik gedung, untuk tidak mengunci pintu darurat. Atau jika mau dikunci, anda harus memiliki sistem otomatis untuk membuka semua kunci itu ketika ada hal darurat yang terjadi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Image