Kalo yang mau ngeprint, gw sediain yang versi Binder A5 sama B5-nya, biar bisa disisipin di samping putu putu artes korea kesukaan kalian...
Silahkan sedots... setelah pesan pesan berikut...

Bikin inih setelah idul adha. Lumayan buat ngabisin kuah kari yang kesisa. Bosen kan cuma ditambahin mie atau kentang? Gimana kalo yang kesisanya roti jalanya?
Gw menulis ini saat MotoGP terakhir tahun ini sedang jalan. Saat start, gw lihat 4 biker jatuh sekaligus. Gw meringis.
Racing world kehilangan dua orang pembalap di tier tertingginya tahun ini. Daniel Clive Wheldon (a.k.a. Dan Wheldon), tewas dalam pile-up 15 mobil di Las Vegas Motor Speedway 16 Oktober lalu. Kurang lebih seminggu kemudian. Marco Simoncelli tewas dalam pile-up 3 motor di Sepang 23 Oktober. Analis masih terus membahas mengapa mereka meninggal. Banyak teori yang terjadi. Tapi ada dua hal yang gw pikirin, dan kita sebagai regular day-to-day driver (bukan racing driver) bisa ngambil pelajaran lain dari kejadian ini.
Sumpah, gw belum pernah melihat website “pemerintah” sebagus ini. Didesain dengan kemajuan HTML5 dan CSS3 dengan teknologi yang benar-benar open. Walaupun dengan Adblock dan Flashblock, gw sama sekali tidak menemui kendala saat mengaksesnya. Dan untuk website “pemerintah” gw berani kasih nilai “PERFECT”.
Gentlemen, please visit marines.com, salah satu Official Website of United States Marine Corps yang dikelola untuk rekrutmen.
Pagi ini ICTWatch ngeluarin survey berhadiah kaos. Nggak ngarep kaosnya sih, cuma pengen berpartisisapi aja. Surveynya tentang Etika Online. Ngemeng ngemeng yang namanya etika kan sesuatu yang nggak tertulis tapi enforced kepada semua penghuninya. Semacam hukum nggak tertulis lah.
Biasanya yang namanya etik ditentukan sama komunitas. Karena itu yang namanya etika jadi cair banget. gampang berubah, gampang diinterpretasikan berbeda. Kecuali yang udah pasti pasti. Kayak Etika Kedokteran misalnya, beberapa cair, tapi beberapa juga pasti padet kan? URL survey ada di bawah setelah break. So, let’s start. TVR!!!
so… the government has fuckin’ done it again. thanks to certain observer. fuck ups in interpretating God words, And they easily tell us, we gonna push eid one day, and ramadhan will be gone overtime.
Fuck.
Bukan hanya gw yang ngomong begitu. Nyaris semua ibu ibu yang udah selesai masak bakal mencak-mencak abis abisan. Kalau kamu tau, kadang kadang emang enak sih makan opor yang kemarin, atau ketupat yang keras di luar tapi lembut di dalam. Tapi…
| CakeCentral.com |
Kita emang demen banget ribut, nggosip ini itu yang nggak ada juntrungannya, atau... emang itu semua cuma buat ngabisin waktu doang kali yak?
Ngemeng ngemeng ngabisin waktu, yang paling demen sama kegiatan ngabisin waktu ini adalah ibu-ibu. Yang hobinya biasanya including ngumpul, jalan, makan. Tapi gw yakin sedikit banget ibu-ibu yang hobi dipoligami. What?
Belum baca yang sebelumnya? Kok merana gitu sih. Baca dulu donk…
Yang udah baca, silahkan rubuhin lagi pembatasnya, dan baca sisanya…
Hari ini gw akan menyelamatkan sebuah thread dari Kaskus. Soal Anggota DPR yang tidak pantas dipilih lagi. Emang sih, ini relatif banget. Tapi anggota DPR yang tercatet disini, memang mempunyai track record yang jelas-jelas ngerusak bagi DPR itu sendiri, dan apalagi bagi rakyat.
Biar keliatan niat mbaca, buka pembatasnya, dan bacalah anggota-anggota DPR yang nggak pantes dipilih lagi
Gan, ini ane kasih DAFTAR ANGGOTA DPR YANG TIDAK LAYAK UNTUK DIPILIH LAGI. Smoga referensi ini berguna buat pemilu kelak. Silakan kalo agan-agan mo nambahin. Ntar ane update selalu list ini... 4 the better future
"Anggota DPR adalah pemikir berak. Mereka berpikir untuk memberaki lembaganya sendiri, mereka tak mewakili aspirasi masyarakat, melainkan menghidupi kehidupannya sendiri"
-Hardi, seniman-
Google Spreasheets - Alat Ukur 101Klik Save as Excel, dan kemudian edit sesuka hati.
Baca juga: King Copy, Super Copy atau King Super
Pagi ini tiba tiba sumbled upon diskusi di page Kepolisian Negara Republik Indonesia di Facebook, entah tu page asli apa enggak gw gak mikirin. Yang penting rame dan bisa liat yang maki maki gak jelas. Hehehe…
Eniwei, topiknya hari ini rada menarik. Lagipula gw juga sebagai pengguna Facebook suka rada jengkel dengan yang namanya Online Shop. Alias toko online. Masalahnya, gw punya toko online, setengah mati gw jaga tu toko biar supportnya bagus, punya masa depan yang cerah, dan cendol gw semakin banyak. :D. Eh ternyata semakin banyak… gw gak mau sebut oknum lagi ya… penjahat penjahat kelas teri yang berusaha tipu tipu di wilayah dunia maya.
Tapi yang lebih aneh lagi, kok banyak ya yang jualan barang Black Market aka pasar gelap aka BM? Apa untungnya? Dan yang lebih miris, apa yang beli tau apa yang dimaksud dengan barang BM? Kalo lu gak ngerti barang yang lu beli, kenapa lu berani buang duit di tempat yang gak jelas?
Pekerjaan ngelas itu yang pasti nggak sendirian. Kita perlu orang lain buat ngebantu, mengawasi dan lain lain. Kita butuh kerjasama. Secara Definisi, yang namanya tim itu beda sama kelompok, meskipun sama sama dua orang atau lebih yang pengen mencapai satu tujuan yang sama. Kenapa gw bold? Karena itu definisi dari kerjasama.

Yap, gambar diatas adalah Goggle V, mereka adalah satu tim, bukan kelompok. Iya, ada bedanya antara kelompok dan tim lho.
Perbedaannya… mending langsung baca di tabel ini kali ya, gw males nulis. Hehehe.
Jenis tim sendiri ada yang formal ada yang informal. Tau sendirilah apa bedanya. Lalu dibagi lagi menurut kepemimpinannya. Yang pertama ada tim vertikal yang hanya punya satu manajer dan tim horizontal yang punya beberapa manajer yang ngurus hal hal spesifik.
Dari situ dibagi lagi dalam beberpaa jenis tim, Satgas alias Satuan Tugas atau Task Force biasanya dibentuk secara insidental, cuma buat beberapa waktu tertentu aja, dan Komisi yang dibentuk buat jangka waktu panjang dan ngurus berbagai hal.yang walaupun spesifik tapi punya interest yang sama.
Tim Virtual itu tim yang dalam kapabilitasnya nyaris tidak pernah ketemu di dunia nyata, hanya ketemu di internet atau alat komunikasi lainnya. Yang jelas mereka masih sempat komunikasi.
Sebaliknya tim global, walaupun ada internet ada international direct call tetep tidak pernah ketemu dalam hubungan apapun. Manager merekalah yang menghubungkan satu dengan yang lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan.
Sudah baca artikel tentang Tabel Rutin? Itu gede kaitannya dengan yang ini. Jadi menurut gw, kalo belum baca soal itu, mending baca dulu.
Sistem mutu adalah penghasil duit kita yang utama, yang rada mengerikan, yang namanya mutu bukan ditentukan oleh gw, kamu atau siapapun produsennya. Tapi yang beli alias konsumen.
Oh by the way, konsumen itu ada dua
Katanya sih manusia itu tidak ada yang sempurna, jadi dibuatlah suatu sistem QC yang punya toleransi. Nah toleransi ini yang beda antara satu dengan yang lain. Di Indonesia, toleransi dalam teori sih mungkin sekecil Jepang. Tapi kok dalam kenyataan jauh ya?
Toleransi itu bener bener dinamakan toleransi karena membolehkan kita sedikit melenceng dibawah atau diatas ambang. Misalnya kita membuat tahu dengan ketebalan 2cm dan kita akan ngasih sedikit toleransi ketebalan.
Aslinya toleransi satuannya ada yang dinyatakan dalam relatif seperti persen (%)atau permil (‰) dan dinyatakan dengan absolut. Kalau diaplikasikan sama tahu tadi misalnya, tu tahu punya toleransi relatif 5% atau 5mm. Mana yang lebih besar? Itung aja. 5% dari 2cm itu 1mm.
Jadi Tahu merek A dengan ketebalan 20mm boleh memiliki ketebalan dari 19mm hingga 21mm, sedangkan tahu merek B dengan ketebalan yang sama boleh diproduksi dari 15mm hingga 25mm. Mana yang bakal masuk ke supermarket? Gw rasa tahu A.
It’s ok kalo semua barang yang kita bikin telah lewat QC dengan baik, bagaimana yang tidak? Ada dua hal yang dapat dilakukan:
Pada barang kualitas ekspor yang gw temuin, kesalahan sedikit saja biasanya sudah bisa menyebabkan barang itu direject sepenuhnya. Kalau mau lihat, coba saja di Factory Outlet yang bener bener Factory Outlet, misalnya FO sepatu Tomkins di Gedebage, Bandung, atau di Paberik Badjoe milik manufaktur Delami di Soekarno Hatta, Bandung.
Why do we need this? Why not directly get on the job and everything is done? Why must using routine table? Gw jamin, tanpa tabel rutin semuanya jadi kacau. Produktivitas gak turun jauh sih, tapi yang jelas lupaan semakin banyak. QC-akhirnya bisa jadi payah. Bahkan harus repair kalo lupaanya banyak banget.
Contoh jelas, waktu bikin warnet kemarin, gw belum punya tabel rutin, siapin ini itu dari internet. Pas pelaksanaan lupa semua. Install menurut apa yang ada di mata duluan. Ahasil, setting di beberapa komputer beda jauh dengan apa yang diinginkan. Akhirnya, semua balik lagi di kloning. Pret.
Pertama, harus tau dulu apa yang akan dibikin, gimana cara bikinnya dan alat dan bahan yang diperlukan. Simpel kan? Nggak juga. Langkah ini memerlukan penelitian yang intensif, apalagi kalo benda yang akan dibuat belum pernah dibuat.
Misalnya kalau misalnya pengen buat kubus dari alumunium. Tentu saja aa bahan alumunium yang terlibat, lalu ada gambar kerja, gerinda pemotong dsb dst dll. Kalau perlu, sejak persiapan, minta bantuan orang yang lebih ahli buat menjelaskan apa aja yang dibutuhkan.
Kemudian, setelah semua bahan dan alat siap, tuliskan langkah itu dalam sebuah kertas. Nanti deh formnya gw uploadin kalo sempet. Soalnya ini nulis darurat banget. Hehehe. Okelah kalo nggak mau paperwork demi alasan lingkungan, tapi for god sake tulis aja dimana gitu. PDA kek, tablet kek… sukur sukur kalo punya database.
Ketiga, dokumentasikan semua yang udah pernah dikerjakan. pleus laporan kerjanya. Biar suatu saat kalo misal nanti kembali harus buat sesuatu yang sama, gak harus bikin dari awal.
Keempat, update jika perlu. Jaman berubah lho, nggak mungkin teknik gitu gitu aja kan? Sapa tau mesin yang kemarin rusak, cara nyoloknya beda, stekernya pindah, dll deh.
Target Akhir:
Bahan / Alat
Cara Kerja
Simpel kan? Nggak usah rumit rumit kayak yang dikasih sama instruktur juga nggak papa kok. Asal semua aturan yang sudah disederhanakan dipenuhi, semua bakal berjalan lancar kok
Pernah denger ini?
Peraturan dibuat untuk dilanggar
Jika kamu sudah bekerja, apalagi kerja yang agak berhubungan dengan nyawa. Jangan coba coba melakukan pernyataan diatas. Peraturan di dunia kerja tidak dibuat untuk dilanggar.
Sampel? Karena ini blog soal ngelas, mari kita ngomong soal komponen yang dipakai buat ngelas. Tak lain dan tak bukan adalah api. Sampe sini masih belum jelas juga? Belum tahu bahayanya api? Lebih baik anda tutup blog ini dan cari pekerjaan yang lebih baik daripada ngelas.
Jika kamu perawat, jangan salah nyuntik. Jika kamu dokter, jangan salah ngasih obat. Jika kamu welder, jangan salah ngelas. Akibatnya akan fatal. Hasil las kamu keliatan bener dan lulus QC? Selamat, tapi jangan lupa soal keselamatan diri kamu sendiri.
Yang gw maksud adalah simbol simbol yang ada di peringatan di sekitar lingkungan kerja. Seperti ini:
D-M005 Fußschutz benutzen, Gebotszeichen
Itu gambar diatas artinya kamu harus pakai sepatu keselamatan, alias Safety Shoes. Jangan coba coba pakai sepatu biasa, sepatu karet atau sepatu kain. Di lingkungan pengelasan yang penuh dengan api, sepatu seperti itu gampang kebakar. Mending kalo cuma bolong. Kalau kakimu ikut kebakar?
Simbol
Ada beberapa simbol di lingkungan kerja yang gw pikir harus diperhatikan dengan baik. Di negara negara barat, simbol itu sudah distandarkan dengan baik. DIN misalnya sudah membuat simbol khusus seperti gambar di atas. Negara seperti Jepang, lebih kreatif lagi. Silahkan tebak apa maksudnya gambar ini:
Buat yang mikir itu tanda yang ada hubungannya dengan pekerja setempat, kamu salah, itu bukan tanda untuk pekerja, tapi tanda buat masyarakat sekitar. Bacaannya kurang lebih, “Maaf sedang ada pekerjaan konstruksi. Mohon maaf jika pekerjaan ini mengganggu anda.”
Kembali ke simbol. Soal tanda tanda yang biasa ditempel di tempat kerja, dibagi beberapa macam.
Pertama sesuatu dengan latar belakang biru. Itu artinya saran atau kewajiban. Sama seperti rambu lalu lintas. Sampelnya udah gw kasih diatas.
Yang dengan latar belakang kuning, biasanya peringatan keras. Misalnya seperti ini:
Awas bahaya api. Jelas kan?
Kemudian yang dengan border merah dengan latar putih biasanya larangan keras. Seperti ini:
Artinya kurang lebih jangan dipakai dalem bak mandi atau ember atau sesuatu yang berisi air.
Yang berlatar belakang merah penuh keadannnya sudah lebih gawat lagi. Kamu mau memperhatikan ini jika keadaan darurat. Seperti ini
Biasanya dipake di Perancis, artinya Alat pemadam kebakaran.
Yang terakhir berlatar belakang hijau. Biasanya dipakai sebagai jalur keselamatan. Agak susah nyontohinnya karena nggak ada.
Artikel ini panjang, tapi intinya cuma satu. Jangan ikutin anekdot lama yang bilang “Aturan itu dibuat untuk dilanggar”. Ok?
Contoh gambar keselamatan bisa dicomot dari sini:
Apa itu tata graha? Awalnya gw pikir mungkin ini keliatan nggak gitu penting. Maunya sih, di hari pertama langsung ngelas. Tapi ternyata enggak. Ada first thing first yang harus diketahui. Iya gw pikir, diketaui aja dulu, nggak usah dilaksanakan (kalo misal dirasa gak penting).
Tata graha itu bukan tata rumah, tapi penataan lingkungan kerja. Biar pekerjaan menjadi lebih mudah, gampang dan cepat diselesaikan. Kenapa jadi penting? Here is the deal:
Di sebuah pabrik mass production, kamu ditargetkan mengelas 2000 buah barang produksi. Jika dengan tata graha yang bagus dan teratur, kamu bakal selesai tepat pada waktunya. Jika tidak, kamu harus lembur, dan beberapa perusahaan bisa kejam dengan tidak memberikan uang lembur. Jelas?
Tata Graha yang paling efektif di dunia ini tidak heran dateng dari negara dengan industri yang maju di dunia, yaitu Jepang. Dengan penelitian selama ratusan tahun, berevolusi dan berrevolusi, para manajer di Jepang sudah memiliki sistem yang dinamakan 5S
- 整理(せいり、Seiri)
- いらないものを捨てる
- 整頓(せいとん、Seiton)
- 決められた物を決められた場所に置き、いつでも取り出せる状態にしておく
- 清掃(せいそう、Seisou)
- 常に掃除をして、職場を清潔に保つ
- 清潔(せいけつ、Seiketsu)
- 3S(上の整理・整頓・清掃)を維持する
- 躾(しつけ、Shitsuke)
- 決められたルール・手順を正しく守る習慣をつける
Gak bisa bahasa Jepun? Sini gw terjemahin.
Seiri alias Rapikan alias Sorting, artinya ya susun. Susun peralatan kerja menjadi hierarki dan penempatan yang mendukung pekerjaanmu. Buang yang enggak perlu, dan simpan dengan baik yang perlu.
Seiton alias Ringkaskan alias Straighten membutuhkan sedikit modal. Untuk mendukung penyusunan, kamu harus mempunyai wadah untuk semua peralatan yang kamu butuhkan. Buat sistem yang baik, dan jangan lupa diberi label yang cukup jelas.
Seisou alias Resikkan alias Sweep adalah hal yang paling “berat” untuk dilakukan. Semua peralatan yang dipakai harus dibersihkan lebih dulu kalau mau disimpan untuk keesokan harinya. Kamu nggak mungkin membersihkannnya pagi pagi sebelum bekerja. Mending besihkan setelah semua selesai.
Seiketsu alias Rawati alias Standarizing. Jika kamu punya rutinitas khusus pekerjaan, lakukanlah secara terus menerus berulang secara berkala, jangan langgar satu untuk mendahulukan yang lain, apalagi jika pelanggaran itu bakalan merusak hasil secara keseluruhan.
Shitsuke alias Rajin alias Sustaining diperlukan untuk merawat keempat standar diatas. Jika kamu hanya bagian dari produksi, kamu harus membantu temanmu untuk merawat standar yang ada, mengingatkannya jika ia membuat kesalahan, dan lain lain.
Bagaimana ini bisa berhasil? Percayalah, perusahaan besar di jepang telah menerapkan metode ini, dan hasilnya bisa kamu lihat sendiri jika Jepang telah menjadi negara yang sangat maju perindustriannya.
Beberapa pabrikan Jepang yang ada di Indonesia juga mulai melakukan standarisasi 5S di pabrik mereka. Hasilnya? Tingkat produk cacat produksi (bukan cacat desain ya!) yang rendah, dan tingkat kecelakaan kerja yang juga rendah.
Simpel? Simpel kok. Then let’s do it!
Kenapa gw mencatat ini di blog? Kenapa nggak bikin buku aja? Atau kenapa nggak biarin aja terpendam di buku catetan campur-campur? Oke, here is the problem:
Gw akan mengulang kata-kata yang instruktur selalu omongin. “anda mengikuti kursus gratisan, dari duit rakyat.”
Ya emang, ini kursus gratisan selama 6 bulan dibiayai oleh duit negara, duit rakyat, duit 10% tambahan yang kamu bayarin pas makan di McDonalds atau KFC. Jadi gw punya tanggung jawab untuk menyelesaikannya.
Cuma itu aja? Gw pikir, selesai aja nggak cukup. Mari kita bawa ini ke tingkat yang lebih tinggi. Gw usahakan ngeblogging apa yang gw dapet di kursus ngelas ini, supaya kalian juga bisa ngerti apa yang gw maksud.
Gw benci menulis dengan bahasa halus, anda, saya. Bocen deh! Ini konvensinya buat kamu biar gak kaget-kaget dengan apa yang akan gw tulis.
Pertama, gw tidak akan menulis dengan bahasa formal. Gw akan menulis dengan bahasa yang mudah mudahan bisa dipahami buat tahun 2011 keatas. Artinya, gw nggak mau audiens bangkotan yang udah 40 tahun keatas ngomel dengan bahasa nonformal yang gw pakai. Oke?
Kedua, apa yang gw tulis disini, perlu dipikirkan ulang, jangan telen semua secara mentah mentah. Kenapa? Gw bukan orang yang expert, bahkan ketika memulai blog ini, gw belum tahu apa apa soal ngelas.
Ketiga, satuan apapun yang gw tulis disini, angka apapun yang menyangkut satuan panjang, selalu ditulis dalam milimeter. Kecuali, jika gw tulis lainnya.
Oke, gitu aja kali ya, mari kita kemon ke bahasan yang pertama…
Gak perlu diulang lagi… Oke deh ngulang dikit untuk kamu kamu yang kuper. Sebuha gempa besar terjadi di samudera pasifik sebelah timur Jepang. Gempa berskala 8.8SR itu menimbulkan tsunami yang menghancurkan beberapa perfektur di bagian timur Jepang. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi dan Daiini, menghadapi kemungkinan meleleh, menghilangkan akses listrik ke lebih dari 4 juta gedung dan rumah tangga.
Sekarang, semuanya merasa sedih, semua ingin tahu apa yang terjadi. Are we that related to japan? Kenapa kita merasa sangat terelasi secara psikologis dengan Jepang? Gw tidak punya sahabat, kawan atau keluarga di jepang. Seenggaknya yang hubungannya direct ya.
Taukah anda semua? Bahwa PEMAHAMAN kita akan masalah BEA FILM IMPOR ternyata (dibikin) SALAH KAPRAH? Ada upaya politik adu domba diantara pecinta film, sineas, dan pemerintah melalui pembangunan opini yg menyesatkan. Karenanya, saya akan twit-seri yg simpel tentang apa yg terjadi, supaya gak ada fitnah dan adu domba.
Asal tahu saja, TIDAK ADA yg namanya KENAIKAN BEA FILM IMPOR apapun dari Direktorat Jendral Bea Cukai. Dirjen Pajak cuma mengingatkan kewajiban pajak distribusi/royalty film yg sdh berlaku sejak tahun 1995.
Nggak usah banyak omong, langsung teken PLAY
Aku tahu kenapa hatiku cenat cenut
Mungkin saat itu kau sedang kentut
Aku tahu kenapa kau jadi malu
Mungkin kau salah, salah pake baju
Ku tahu, kenapa lidahmu kelu
Mungkin saat itu, kau telat minum susu
Aku tahu kenapa merinding bulu romamu
Mungkin di belakangmu ada anak hantu
Bibirmu dower… Bibirmu dower…
Cenat cenut cenat cenut, kayak badut kayak badut
Kalo lagi ngerayu cewek
Bibirmu dower… Bibirmu dower…
Cenat cenut cenat cenut, kayak marmut kayak marmut
Kalo lagi ngerayu cewek
Baru baru ini Indonesia “dikejutkan” dengan kehadiran 2 bocah (literally) yang bisa bikin Antivirus, dan Jejaring Sosial. Dikejutkan karena kayaknya media overhyped with this, dan karena sebenarnya dua hal ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang bekemauan dan mempunyai source Google yang cukup. Heheheh… :D
Dan kemudian dua bocah itu mengundang kontroversi. Yang satu dituduh menghilangkan banner lisensi, yang kemudian rame, kemudian dia bilang udah bayar kok, kemudian bayar setelah “dipaksa”. Yang satu lagi dituduh nyuri source code, yang kemudian bisa dibuktikan, yang kemudian minta ijin, lalu semuanya keburu bete. Gw gak akan ke soal lisensi segala macem. Tapi melihat suatu produk yang sangat immature (bukan anaknya! produknya!) mengingatkan lagi gw kepada yang namanya Software Cycle yang seharusnya diterapkan ke sebuah produk.
Kemarin sebenernya sempet baca sebuah blog tentang apa hubungan SM*SH dan alay. Seandainya kamu belum tau, SM*SH adalah sejenis boyband jiplakan dari konsep boyband Korea. Kualitas yang ehm, lagu yang lebih ehm (walaupun catchy).
Tapi dalam perjalanan mencari blog itu, gw tersandung di beberapa Google Search yang lucu lucu. Seperti biasa, penyanyi penuh kontroversi tentu saja ada ANTI-nya keperti Pee-Wee Gaskins yang punya Anti Pee-Wee Gaskins. Ini juga tentu saja ada Anti Sm*sh. Karena gw gak terlalu peduli dengan anti antian (kecuali Anti-SBY dan Anti-PKS mungkin?), maka gw skip itu semua, kecuali satu. Ada sebuah trit di kaskus, judulnya Fans SM*SH band Indonesia salah ngelike dan comment... :NGAKAK. Tampaknya gw harus lihat yang satu ini…
Panjang amat judulnya? Sekali kali SEO boleh donk :). However, kita di Indonesia emang tergila gila dengan Screen Protector. Pokoknya HP baru harus dikasih screen protector, mau hape yang mahal, blackberry, android, sampe hape yang uece uece sebangsa… ehm… bla bla bla anang dan syahrini atau tit tut tit tut 80SS (bacanya: boss) semua harus pasang screen protector. Alasannya katanya biar nggak kegores.
Tapi menurut gw ada alasan lain kenapa screen protector banyak sekali dipake di Indonesia. Terutama karena hobi tuker tambah jual lagi buat beli hp baru. Scratch pada hape lama, walaupun cuma semili, bisa mengurangi nilai jual hp saat dilempar ke pusat perdagangan hp bekas. Sekian. Nah sekarang, bagaimana masang itu Screen Protector?
Kebanyakan dari kita screen protectornya dipasangin di tempat, nggak bakalan dilepas seumur hidup itu hape, kecuali emang dicoel coel. Tapi misal kamu orang kayak gw yang hobi coal coel, mungkin kamu lebih suka masang itu screen protector sendiri. Karena… honestly, screen protector juga punya masa hidup yang enggak terlalu panjang. Blog Lifehacker menunjukkan bagaimana cara aplikasi Screen Protector ini ke hape kamu…
L… like chocolate milk…
do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again, do it again…
-- Cheese from Foster’s Home for Imaginary Friends
I’m not a big fan of Nokia, bahkan karena seringkali harganya yang sangat overpriced membuat gw males, bahkan sangat males pakai Nokia. Apalagi yang gw denger, homescreen dan segalanya sangat sulit dikustomisasi. User Interfacenya nggak bisa diubah sesuka hati karena emang sangat sulit untuk masuk ke dalam ROM.
Bahkan untuk ponsel yang lumayan canggih seperti seri A0 (huruf dengan satu angka mengikuti, mis: E1 maupun seri A00 (huruf dengan 2 angka mengikuti, E90), interfacenya malah lebih susah diakses lagi. Sudah begitu programnya kebanyakan hanya berbasis JAVA. Development untuk native program lebih ribet, harus mainin pengaturan resolusi yang akhirnya menempatkan ulang desain game, dll deh!
Baru aja lihat linimasa Twitter, dan ada satu hal yang menarik. Multiply, iya multiply, satu jejaring sosial yang cukup terkenal buat ngeblog, bagi bagi musik gratis, dan dulu suka dipake bikin toko online sebelum orang mengenal skrip toko online dan Facebook Tags, sedang punya lowongan kerja untuk orang orang di Indonesia.
Syaratnya cukup ringan kok, bisa baca disini, atau gw kutip sedikit aja…
- Regional Vice President for Online Advertising Sales: S1
- Vice President of Merchant Sales: S1
- Merchant Sales Representative: SMA
What? Perusahaan sekelas Multiply aja marketing representativenya SMA? Okelah syarat turunannya seperti mampu menghandle komunikasi B2B memang agak berat dan hanya bisa dicapai oleh orang yang berpengalaman. Tapi ini jadi sangat menarik. Sebab, jika dibandingkan dengan perusahaan lokal, setiap buka iklan lowongan kerja, itu pasti syarat administratif seperti ijazah sangat sangat sangat ngehe sekali.
Masih inget zaman SD dulu nggak? Atau zaman SMP gw lupa. Kayaknya SD kelas 6. Kita mulai diajarin tentang apa itu Perserikatan Bangsa Bangsa, lalu bagaimana Indonesia berperan dalam kebijakan perdamaian dunia. Bagaimana pula politik luar negeri Indonesia terbentuk. Dan semua itu berakhir dengan kata kata seperti ini:
Politik Luar Negeri Indonesia adalah Bebas dan Aktif
Bebas artinya, tidak menekankan atau melakukan dukungan atau penolakan berlebih kepada urusan dalam negeri suatu negara atau negara-negara yang sedang berkonflik.
Aktif artinya, aktif ikut serta menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.
Manifestasi dari Politik Bebas Aktif ini mulai dijalankan pada masa pemerintahan Soekarno, kemudian menjadi salah satu kebijakan Soekarno yang “lulus sensor” pada zaman Soeharto. Tapi semakin kesini, tampaknya politik Bebas Aktif ini semakin ditinggalkan. Indonesia semakin bias menuju ke… siapapun yang mau ngasih utangan, atau hibah.
Gw sedang belajar coding. Jadi gw juga butuh catatan online buat ngingetin gw apa yang terjadi saat gw belajar. Dan catatan itu sangat baik sekali kalo dibuat dalam bentuk blog. Yang jadi masalah, kok susah sekali ya menemukan platform selain blogger yang bagus kustomisasinya, atau setidaknya indah dipandang aja dulu.
Gw sebenernya sudah angkat tangan dengan yang namanya Wordpress. Itu platform blogging emang bagus banget. Tapi sayang, kalau mau kustomisasi berlebihan, harus bayar. Gak berlebihan malah sih, masa ngerubah theme dengan yang diluar default wordpress juga harus bayar? Ya ngerti sih, mungkin dari fitur itulah wordpress dapet duit. Tapi maaf, gw yang juga mementingkan desain merasa pembatasan itu nggak masuk akal.
Hari Sabtu yang lalu, gw keluar buat donor darah di PMI sama temen temen dari Kaskus. Kemudian, ma’em ma’em sambil ndengerin cerita bahasa sunda tentang bahasa sunda dari…. eee… lupa lagi. Beres ma’em dan nggosip. Kemudian jalan ke BEC buat liat-liat harga monitor LCD yang yang bakal disamber pas duid buku sudah keluar. Pulangnya ah naik kereta aja, ada kereta jam 4 dua bijik. Yang satu ke Cicalengka, yang satu lagi ke Cibatu. Berangkatlah ke St. Hall.
Kereta yang dateng rada telat (biasa) pun langsung dijejelin penumpang. Eh bukan sulap bukan sihir. Kereta no. 1 dan terakhir dikosongin bo! buat apa Cobak. Padahal saat itu penumpangnya rush hour banget jam 4! Yang biasanya hari sabtu enggak terlalu rame, ini jadi bejubel abis! Bayangin aja KRD yang cuma isi 7 kereta, dipotong depan belakang (sebenernya gw gak liat yang belakangnya, cuma yang depan aja). Akibatnya apa coba? Ya tentu sadja penumpang naik ke atas atap!
Di 4chan selain /b/ juga ada /ck/ alias Cooking and Food board. Baru baru ini gw nemu thread yang bagus. Lebih baik gw save sebelum 404.
- making cookies
- unwrap new stick of butter
- throw away butter put wrapper in bowl
- mfw
anonymous
- cutting onions
- watching dexter at the same time
- look away from onions
- cut myself twice before i look down and notice my fingers are not onions
anonymous
Gw sudah 3 hari terlambat dari Patch Tuesday. Itu loh, hari dimana Microsoft mengeluarkan software update secara reguler. Hari selasa minggu kedua, sekitar jam 10pagi waktu Pasifik, setiap bulan. Seperti biasa, komputer gw yang sudah Windows 7 kemudian meng-update dirinya sendiri ketika gw colokin ke modem. Dan update pun mulai didownload.
Karena kebanyakan browsing atau gimana, jadi download update pun ketunda-tunda, dan gw belum kasih signal buat install update. Seperti biasa, seperti dulu, gw juga memeriksa update-update yang gw akan install. Dan kali ini, KB976902 tidak tercentang secara otomatis, walaupun termasuk Important Updates. Kenapa? Gw langsung berpikir, ini pasti ada hubungannya dengan Windows Genuine Advantage seperti KB terlarang yang dulu.
Catatan:
Moral itu penting
Tetapi kita tidak bertanggung jawab terhadap moral orang lain.
Moral adalah urusan diri sendiri dan keluarga
Kalau mau mengatur moral orang lain,
Sebaiknya atur moralmu sendiri dulu.
Kalau enggak, selamat diketawain.
Punya twitter? Jarang yang nggak punya. Tapi sekali punya biasanya langsung memfollow banyak orang sekaligus, tanpa tau ini user bagus gak buat difollow.
Kalau kamu seperti gw yang menseleksi dengan “ketat” siapa yang gw follow, maka kamu hanya akan berakhir dengan sedikit daftar following. Sisanya, masuk ke List. Ini adalah beberapa orang yang menurut gw pantas untuk kamu follow di 2011.
Oke, 2011 waktunya perubahan di penulisan blog.
Enjoy!
UPDATE:
Yaay! Visitor unik ke 10ribu!

Should auld acquaintance be forgot,
and never brought to mind ?
Should auld acquaintance be forgot,
and auld lang syne?
For auld lang syne, my jo,
for auld lang syne,
we’ll tak a cup o’ kindness yet,
for auld lang syne.