The Wayback Machine - https://web.archive.org/web/20210209132333/https://electrohide.blogspot.com/search/label/Television
Showing posts with label Television. Show all posts
Showing posts with label Television. Show all posts

Tuesday, February 11, 2014

Channel Partai Gerindra di BigTV

Bukan sulap bukan sihir. Partai Gerindra tampaknya punya cukup banyak duit. Tapi instead nyewa 1 frekuensi di Palapa atau Telkom-1, Gerindra milih numpang jualan di BigTV.

Penampakannya seperti ini:

Sunday, January 5, 2014

Tinggalkan YKS, Mulailah Membayar TV

Wayah kieu, masih nonton sampah macem YKS? Fesbuker? Indonesia Lawyer Club? Ciyus? Baru saja ngeliat bahwa petisi Bubarkan YKS sudah “ditandatangani” lebih dari 30 ribu orang.

Capture

OK, gw akuin, YKS emang sampah, pleus acara sejenisnya memang sampah. Gw nggak ngerti itu YKS konsepnya apa. Joged-joged kah? Nyanyi-nyanyi kah? Lempar-lemparan tepung kah? Gw gak pernah liat… Eh pernah ding, sekali. Waktu lagi di Jekardah.

Kadang kalo lagi kepencet juga keliatan sebentar. Tapi nggak pernah mampir karena acaranya begitu pointless, kurang dari 2 detik kemudian gw udah pindah channel lagi. Lalu kenapa kalian masih nonton YKS?

Wednesday, August 21, 2013

Liga Inggris Pindah Ke Orange TV, Apa, Kenapa dan Konsekuensinya

Artikel ini sebelumnya dipublikasikan di Kaskus.

Selamat pagi agan semua... ane jarang buat trid di Lounge. Karena ane lebih sering bercokol di BP. Tapi kemarin ada berita yang membuat ane geleng-geleng, yaitu soal HAK SIAR LIGA INGGRIS YANG BERPINDAH TANGAN DARI MNC KE ORANGE.

Image

Ane akan jelasin ke agan dalam esai ini, apa itu HAK SIAR, apa implikasinya bagi penonton, mengapa bisa berpindah, dan apa konsekuensinya.
Yuk mari kita mulai...

Saturday, May 11, 2013

Berapa Lama Waktu Yang Diperlukan Untuk Bikin Naga Indosiar?

Image

WE, iya. BANYAK dari kita komplain. Indosiar kok bisa sih nge-deliver sinetron yang pake gambar naga? Tapi dengan jalan cerita yang ajaib, dan tentu saja, lengkap dengan gambar naga 3D CGI (Computer Generated Image). Kita juga teriak: GAK MODAL!

Tapi tahukah kamu? Apa yang sebenernya terjadi di “balik layar” pembuatan Naga-Naga Indosiar? User kaskus Frostedge menjelaskannya:

Friday, January 25, 2013

Siapa Yang O’on?

Divisi News TVOne kembali bermasalah.

Gak heran sih sebenernya TV partisan tukang roti gitu. TVOne memang bukan sekedar TV Partai Golkar. Atau bahkan bukan TV Golkar juga, lebih bisa dibilang TVnya Aburizal Bakrie (sengaja gak disalah eja biar dapet SEO-nya). Ahasil segala yang baik baik menurut tukang roti itu, pasti ada di TVOne, dijunjung pulak. Segala yang jelek, bakal digencet abis.

Image

Selain sering gak berimbang dalam pemberitaan, TVOne juga sering bikin so called “talkshow”, macem ILC (dulu JLC), or something lainnya. Sebenernya sih gw ngeliatnya lebih ke “ribut-show” ya. Karena setidaknya pasti ada 1 orang yang disetting untuk ribut-ribut gak jelas, pokoknya kontra, dan harus berlawanan arus.

Thursday, February 17, 2011

Bibirmu Dower…

Nggak usah banyak omong, langsung teken PLAY

Image
SM#SH–Cenat Cenut

SM#SH

Cenat Cenut

Single

Aku tahu kenapa hatiku cenat cenut
Mungkin saat itu kau sedang kentut
Aku tahu kenapa kau jadi malu
Mungkin kau salah, salah pake baju

Ku tahu, kenapa lidahmu kelu
Mungkin saat itu, kau telat minum susu
Aku tahu kenapa merinding bulu romamu
Mungkin di belakangmu ada anak hantu

Bibirmu dower… Bibirmu dower…
Cenat cenut cenat cenut, kayak badut kayak badut
Kalo lagi ngerayu cewek

Bibirmu dower… Bibirmu dower…
Cenat cenut cenat cenut, kayak marmut kayak marmut
Kalo lagi ngerayu cewek

Wednesday, November 24, 2010

Cincin Planet

Planet mana yang mempunyai cincin:

A. Saturnus
B. Uranus
C. Neptunus

1 Lawan 100, 25 November 2010

Besok, ada tayangan 1 lawan 100 dengan salah satu pertanyaan diatas. Siapapun kamu pasti akan menjawab A, Saturnus. Jawaban itu tidak sepenuhnya benar, atau sepenuhnya salah. Tergantung seberapa banyak buku yang kamu baca.

Pertanyaannya, tahukah kamu, kalau Jupiter, Uranus dan Neptunus, semuanya memiliki cincin? Bahwa planet yang disebut dengan gelembung gas raksasa alias “gas giants” hampir pasti memiliki cincin?

Jika besok jawaban yang benar adalah A, maka kita tahu, pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengikuti 1 Lawan 100 harusnya tidak begitu memiliki daya analitis yang tinggi. Bahkan sekedar ingat-mengingat. Something yang selalu dilakukan dan dipaksakan oleh para guru di Indonesia.

This post will be updated tomorrow about 9pm… kalo inget…

Monday, November 15, 2010

Sedikit Review Formula 1 2010

Sebenernya yang namanya Formula 1 itu memang harusnya rame. Bukan sekedar mobil berjejer aja. Tapi hari ini emang formula 1 agak exceptional dari biasanya. Biasanya kan yang namanya balap F1 di cuaca cerah itu nggak jauh dari parade, apalagi setelah start. Boringnya bisa setengah mati.

Sebastianvettel2010

Hari ini emang F1 memasuki balap terakhirnya di tahun 2010. Dan tahun lagu balapan di sirkuit ini (Yas Marina, Abu Dhabi) emang kalo dari segi visualitas bagus ya, pokoknya indah. Bagaimana visualisasi di belakang sirkuit berubah dari siang ke malam. Tapi kalo dari segi lombanya, aduh, menurut gw sih agak parah.

Pokoknya kalo misalnya nggak ada perebutan gelar juara, udah deh sirkuit ini jadi kartu mati. Sama seperti sirkuit Turki misalnya, atau versi panjang dari sirkuit di Bahrain yang jelas jelas diprotes sendiri sama commentator F1 BBC itu sebagai sirkuit yang "boring".

Wednesday, November 25, 2009

Yang Salah Bisa Kok Jadi Betul!

Scrap off soal komputer dan kawan kawannya. Sekarang kita ngomongin kasus yang udah kematengan (tapi belum basi koq). Tau Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah kan? Ah masa ga tau, situ kok kuper banget sih kalo ga tau. Kalo nggak tau bener bener kayak Chincha Lawra, silahkan baca-baca dulu disini.

Udah sekitar lebih dari ~ ya ~ sekitar 3 bulan kasus ini bikin heboh. Yang jelas hebohnya itu setelah pemilihan presiden. Kan waktu itu SBY menggunakan KPK buat kampanyenya dia. Walaupun dia nggak ngaku sih. Eh, jangan lupa, bagi pemilih SBY, inget janjimu dulu.

Seperti yang gw bilang di post sebelumnya, kalau fans itu selalu lebih “rame” daripada selebritisnya sendiri. Dan kini yang gw sedang sindir adalah para pengacara. Di depan mereka hukum harus ditegakkan. Apapun caranya apapun hasilnya. Yang gw tanya, benarkah mereka mau (ikutan) menegakkan hukum? Atau cuma membela yang bayar? Orang apalagi para pengacara boleh berpendapat lain, tapi gw pikir, pengacara selama ini lebih banyak membela yang bayar daripada memperjelas posisi hukum. Nah kalo sudah begini, banyak yang salah bisa jadi betul.

libra Hukum itu adalah sebuah norma. Norma hukum. Seperti norma norma lainnya, norma hukum adalah buatan manusia. Oh iya, bullshit juga kalo norma agama buatan tuhan. Tuhan kayaknya nggak se-narsis itu deh. Mari kita ngintip apa definisi norma.

Social norms are the behavioral expectations and cues within a society or group. This sociological term has been defined as "the rules that a group uses for appropriate and inappropriate values, beliefs, attitudes and behaviors." These rules may be explicit or implicit. Failure to follow the rules can result in severe punishments, including exclusion from the group." hey have also been described as the "customary rules of behavior that coordinate our interactions with others."

Wikipedia

Sudah jelas norma adalah aturan, satu set, dibuat manusia, untuk manusia. Norma dibentuk tidak sebentar, ada keputusan jangka panjang yang biasanya disebut evolusi, dan jangka pendek yang disebut revolusi (bahasa tagalog-nya “People Power”). Norma dibentuk pelan pelan, mulai dari hanya sekedar aturan tak tertulis, seperti “pakailah baju kecuali lagi mandi”, kemudian menjadi norma adat yang hanya berlaku di daerah tertentu.

Jika suatu norma sudah sangat universal, umum dan menguntungkan bagi manusia, norma bisa disepakati dalam sebuah konvensi, jadilah norma tertulis yang disebut Norma Hukum. Dari penjelasan singkat diatas tau donk apa artinya? Kita bisa kok mengubah hukum. Kan hukum itu buatan manusia, hukum juga berdasarkan yang namanya persetujuan bersama. Iya kan?

PEMBERHENTIAN BIBIT-CHANDRA DITUNDA

Sudah seringkali yang namanya pengacara mempermainkan hukum. Rasa adil masyarakat sangat terusik. Bagaimana enggak, keadilan yang harusnya dari dan untuk masyarakat dipermainkan sedemikian rupa oleh para pengacara. Hukum tidak lagi berpihak ke publik. Yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar. Sekuat tenaga para pengacara membela kliennya, memberi persepsi hukum yang hanya menguntungkan kliennya semata (dan tentu saja ada lawyer fee, jangan lupa).

Indonesia harus mempertahankan hukumnya biar tidak semena mena diambil alih oleh para pengacara yang hanya mau membela klien. Kasus Bibit dan Chandra menjadi contoh, bagaimana hukum sedemikian rupa dipermainkan. Ketika masyarakat membela apa yang seharusnya terjadi, pengacara tetap menuntut semuanya harus berada dalam koridor hukum. Kalau begitu, hukumnyalah yang harus diubah, supaya para pengacara diam!

Indonesia kini sedang mencoba mempertahankan hukum agar tetap berpihak kepada rakyat. Bukan kepada segelintir penekuk hukum yang dilindungi oleh pengacara-pengacaranya. Karena yang namanya hukum, adalah dari masyarakat, untuk masyarakat, bukan dari pengacara, untuk masyarakat.

 

Tulisan ini dibuat berdasarkan asas free speech dan kebebasan mengeluarkan pendapat seperti yang tercantum dalam UUD ‘45. Sanggahan (atau dukungan) atas tulisan ini dipersilahkan dalam bentuk komentar dibawah post ini.

Monday, November 23, 2009

Fans Selebritis Selalu Lebih Nyolot

Sudah jadi kordat manusia kali yak? Kalo denger hal yang enggak ngenakin, maunya langsung hantem aja tanpa pandang bulu tanpa pandang masalah. Yang jadi bikin heboh, sebenernya bukan si manusia itu sendiri yang bikin heboh tapi pendukung alias “fans” manusia itu. Ketika denger pujaan hatinya dihina dicaci, spontan para fans membentuk kalo perlu pager betis - pager ayu - pager bambu buat ngelindungi si pujaan hati.

Lho kan kata agama nggak boleh “mengkultuskan” orang lain? Nah lo…

Ada satu milis, gw belum mau nyebut namanya, entah kenapa terjadi ~ apa ya ~ kalau bukan pengkultusan ~ auk ah istilahnya apa. Pokoknya intinya si member ini memposting beberapa hal yang memang bagus, dalam artian dari segi isinya semua berkualitas. Nyaris tanpa cela, bahkan gw pun agak males ngintelin orang orang seperti ini. Toh nyaris tak bercela, cela cela dikit ga papa lah. Koreksi pun biasanya dilakukan sendiri.

I Love Celebrity Gossip

Setiap member ini ngepos, semua orang bilang, bagus bagus, i like it. Wajar donk, emang gw sendiri juga bilang bagus. Yang jadi masalah kemudian ketika muncullah fans fans yang enggak penting. Apakah dunia selebiritis di milis sudah dimulai? Ya jelas sudah donk. Tanpa sadar si “star member” ini menjadikan dirinya secara perlahan lahan sebagai selebritis milis. Semua postingannya diikutin, kemudian diberi rating A+. Tak ada yang “berani” membantahnya. Yang jadi masalah, si star member ini kemudian terbentur masalah.

Ketika masalah terjadi, yang lazimnya selebritis, pasti selalu diikuti yang namanya gosip. Baik miring maupun nyengsol. Wajar donk kalau kemudian member ini dicap yang enggak-enggak? Tentu saja karena si star member hanyalah “selebriti lokal” yang enggak menganggap dirinya selebriti, pasti sibuk sendiri dengan masalahnya.

Kemudian para fans mulai merangsek mengambil alih masalah. Mereka bertanya-tanya, kemana sang selebriti pergi? Kenapa tidak meninggalkan pesan? Ketika “perwakilan” dari selebriti menjawab. “Maaf lagi ada masalah”. Dhuengg….

Ohoho… selebriti lagi ada masalah? Jelas aja makanan empuk bagi yang nggak suka. Inget, setiap koin punya dua sisi. Setiap positif ada yang negatif. Kalau ada yang memuji pasti ada yang menjelekkan.

Yang jadi problem sekarang, sang star member tak tahu dirinya selebriti. Para fans “bekerja keras” menenangkan masa (sembari menenangkan diri sendiri). Sayangnya para fans tidak dipersenjatai dengan informasi yang cukup. Yang ada hanya kabar burung. Melintas terus berkembang. Star Member yang tidak tau kalo dirinya sudah berubah menjadi selebriti ini tidak tahu, kalau diluar rumah, banyak gosip beredar tentang dia.

Apa si star member ini harus ngomong? Ada dua pilihan:

  1. Star Member bilang, saya bukan selebriti. Lu aja yang nganggap gw seleb. Jadi kalo ada gosip miring tentang gw, maaf aja, gw cuma manusia biasa. Jangan bikin gw seperti selebriti, karena gw sekali lagi, bukan selebriti.
  2. Star Member bilang, iya, saya menjadikan diri saya seorang selebriti. Jadi saya bertanggung jawab atas status ke-selebriti-an saya. Huru hara yang terjadi akan saya jelaskan.

Nah sekarang tinggal balik lagi ke para fans. Apa kamu mau bertanggung jawab ketika seseorang yang bukan selebriti, mendapatkan status selebriti kemudian mendapat masalah?

Kalo nggak mau tanggung jawab, jangan jadikan seseorang sebagai selebriti!

Tuesday, September 22, 2009

Dora Jadi Pemadam Kebakaran (LIVE).

Sambil nonton Dora the Explorer, sambil juga menganalisa keanehannya. Apalagi kali ini Dora sedang menjadi pemadam kebakaran.

Scene 1

Dora memperkenalkan mobil pemadam kebakaran yang berwarna merah. Di tengah perkenalan, ada alarm berbunyi dan bilang ada kucing nyangkut di atas pohon.

Cape-nya, si mobil pemadam kebakaran menghabiskan waktu sekitar 1 menit untuk ‘exciting’ kalau ini adalah pengalaman pertama dia menyelamatkan, dan perlu 30 detik lain untuk Dora dan Boots masuk ke mobil dan pakai sabuk pengaman, supaya mereka aman.

Scene 2

Ternyata mobil pemadam kebakaran merah belum tahu arah mana yang dituju. Cape-nya, Dora menghentikan mobil pemadam kebakaran untuk melihat peta. Setelah menghabiskan hampir 2 menit untuk ber-kota-stasiun bensin-pohon-besar ria, baru mobil berjalan lagi.

Sebelum masuk kota, jalan bercabang menjadi dua (yang tentu saja yang satunya tidak ada di peta). Menghabiskan waktu 30 detik untuk memilih jalan.

Scene 3

Mobil pemadam Dora kehabisan bensin! Mana ada sih mobil pemadam kebakaran kehabisan bensin? Udah gitu, ngisinya agak lama karena harus menghitung satu sampai sepuluh.

Scene 4

Lepas dari Pom Bensin, mobil berulah lagi, ban-nya kempes. Dora harus mengeluarkan sesuatu yang bisa menambal ban dari ranselnya. Dipastikan habis sekitar 1 menit lebih untuk ber-ransel-yang-terisi-penuh sampai akhirnya memilih pompa.

Masih dalam scene yang sama, tentu saja ada Swiper si rubah Pencuri. Butuh 30 detik untuk mengusir Swiper. Dan 30 detik yang lain untuk memompa ban.

Scene 5

Berikutnya, ada lagi masalah tentang air hujan dan alarm yang harus dipilih. Kalau mobilnya kena air hujan, maka harus tekan tombol kuning, sedangkan kalau ada mobil lain di depan harus tekan tombol biru. Permainan kayak gini berakhir setelah 4 kali repetisi.

Total waktu yang dihabiskan oleh mobil pemadam kebakaran untuk melakukan permainan ini sekitar 2 menit.

Scene 6

Di scene terakhir, masih butuh sekitar setengah menit lebih untuk memutuskan apakah Dora harus menggunakan tangga, selang atau alarm untuk memanjat. So stupid question juga sih. Dan masih di scene yang sama, Dora masih sempat meminta kita untuk memutar tangga yang kurang panjang.

Ohmygod… susah banget ya jadi Dora. Banyak wasting time nya. Bayangkan jika terjadi kebakaran beneran, mungkin rumahnya sudah kebakar abis waktu Dora sibuk ber-peta ria atau pas ngisi bensin. Mudah mudahan dalam kehidupan asli ga ada pemadam kebakaran yang lambat seperti Dora.

Sunday, July 12, 2009

F1… kenapa sih nggak ada SuperImpose?

In graphics, superimposition is the placement of an image or video on top of an already-existing image or video, usually to add to the overall image effect, but also sometimes to conceal something (such as when a different face is superimposed over the original face in a photograph).

Bete, kenapa sih Formula 1 nggak ada Superimpose? Sedangkan di NASCAR, superimpose, graphic, dll dimainkan secara apik sehingga menjadi suatu presentasi yang luar biasa!

Bandingkan grafis NASCAR pas Coke Zero 400 yang ditayangin di TNT.snapshot20090712212526Dengan grafis milik Formula 1 pas Robert Kubica menjelaskan sesi kualifikasinya di GP Kanada

snapshot20090712215653

Jauh banget kan? Bagaimana NASCAR jauh lebih elegan dalam mengungkapkan grafisnya. Udah gitu kita bisa melihat kecepatan tiap mobil kalo kita mau. Dan yang paling plus adalah, real time radio communication.

Di Formula 1, entah kenapa setiap radio communication selalu berisi hal hal yang enggak penting, misal “you have someone on your sights” sedangkan NASCAR lebih atraktif dengan “caution to three wide, inside, inside, inside, clear.” Nggak atraktif gitu loh!

Kembali ke masalah superimpose. Kenapa di F1 nggak ada superimpose? Padahal, dengan sirkuit F1 yang begitu luas, nggak ada salahnya kok nampilin Felipe Massa di screen 1 dan Michael Schumacher yang sedang mejeng di pit di screen 2. Kenapa? It just sucks ngeliat replay replay dan replay yang nggak gitu penting!

Anyway, revolusi grafik F1 ternyata nggak se-bagus dan sekeren yang aku perkirakan. Grafik F1 yang lama yang di-enhance untuk televisi Standard Definition dengan huruf segede-gede Tangkuban Perahu itu lebih menarik di mata gw.

snapshot20090712214740

Keren kan? By the way, walaupun cara mengibarkan bendera di NASCAR jauh lebih menarik, tapi jelas ukurannya lebih bagus F1. Segede muka kamu, bahkan lebih gede. Apalagi dibanding bendera IRL yang cuma segede menel.

snapshot20090712215234

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Image