Lompat ke isi

Penaklukan Sunda Kelapa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penaklukan Sunda Kelapa dilancarkan oleh Kesultanan Demak terhadap kerajaan Sunda di Jawa Barat. Kota ini berhasil ditaklukkan dan kemudian berganti nama menjadi Jayakarta (Jakarta).

Setelah kemenangannya, Trenggana mengangkat Fatahilla sebagai wali Sultan di Banten. Situasi antara Banten dan Sunda sempat tenang untuk beberapa waktu. Kemudian, salah satu bangsawan di Pakuan Pajajaran membuka salah satu gerbang untuk pasukan Banten di malam hari, dan kota itu pun direbut. Surawiesa melarikan diri ke pegunungan selatan, meninggalkan kerajaannya untuk Fatahillah.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Munoz, Paul Michel, p. 217