|
Doa bersama bagi bencana Jepang
Gempa dahsyat dan tsunami didaerah Kanto dan Tohoku
Jepang telah mengundang keprihatinan masyarakat diseluruh dunia, termasuk
Indonesia. Sejumlah tokoh nasional Indonesia di Jakarta, mahasiswa-mahasiswi
dan anggota masyarakat menggelar do'a bersama bagi korban di Jepang sebagai
bentuk empati dan dukungan serta
berharap Jepang segera bangkit kembali. Acara ini diselenggarakan oleh
Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ), Perhimpunan Alumni dari Jepang
(PERSADA) dan Yayasan Melati Sakura (YMS), bersama Universitas Darma Persada
(UNSADA) di Komplek Universitas tersebut di Jakarta Timur pada Kamis 17 Maret
2011 yang lalu.
Hadir dalam acara ini Menteri Perindustrian MS
Hidayat, Wakil Mendag Mahendra Siregar, Menlu yang diwakili Andry Hadi
Basyamalah, Agus G. Kartasasmita, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Juru bicara
Kepresidenan Julian Aldrin Pasha , Sofyan Wanandi Ketua Assosiasi Pengusaha
Indonesia dan dan Norio Yamasaki Ketua Jakarta Japan Club.
Dubes Jepang Kojiro Shiojiri yang malam itu berpakaian
batik lengan panjang, mengatakan bahwa sangat terharu dan sangat berterima
kasih serta menghargai atas dukungan masyarakat Indonesia terhadap masyarakat
Jepang.
Selain dari pada itu disampaikan oleh Rahmat Gobel bahwa Pemerintah bersama rakyat Indonesia, termasuk pengusaha nasional,
berkomitmen membantu rakyat Jepang. Bantuan tak hanya berupa dana kemanusiaan,
tetapi juga memberangkatkan tim penyelamat ke lokasi bencana gempa bumi dan
gelombang tsunami ke negeri itu.
Dalam acara tersebut
disampaikan kepada Dubes , senba tsuru,
seribu crane (origami),yg dipercaya
apabila melipat 1000 crane , permohonan/permintaannya dapat terkabulkan.
Hadir juga dalam acara tersebut Ketua BPPT Marzan Azis
Iskandar dan artis senior Christine Hakim dengan membawakan puisi dengan judul "doa
kami" |